PEMKAB NIAS PROGRAMKAN SANTUNAN KEMATIAN KEPADA MASYARAKAT MISKIN

Bupati Nias saat menyampaikan eksposnya
Nias,Zonasumut.com – Pemerintah Kabupaten Nias, programkan santunan kematian kepada masyarakat miskin

Hal ini disampaikan Bupati Nias, Drs.Sokhiatulo Laoli,MM dalam ekspos nya pada Temu Pers Pemerintah kabupaten Nias, bertempat di ruang rapat lantai I kantor Bupati Nias,Rabu (21/06/2017)

Dijelaskan Sokhiatulo, sebagai dasar hukum pelaksanaan program ini yakni Permendagri No.32 Tahun 2011 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial

Keputusan Mensos Nomor : 146/HUK/2013 tentang penetapan kriteria dan pendataan Fakir miskin dan orang tidak mampu

Perda Kabupaten Nias No: 7 Tahun 2016, tentang pemberian santunan kematian kepada masyarakat miskin di kabupaten Nias dan Perbup Nias No : 11 Tahun 2017,tentang petunjuk teknis pemberian santunan kematian kepada masyarakat miskin kabupaten Nias

Selanjutnya, beberapa kriteria penerima santunan ini antara lain:Meninggal dunia akibat terjadi bencana alam; Meninggal dunia akibat kecelakaan; Meninggal dunia akibat penyakit dan meninggal dunia tanpa sebab atau korban pembunuhan

Sementara pengecualian pemberian santunan yaitu Bunuh diri; hukuman mati/keputusan pengadilan; Akibat melakukan tindakan kejahatan; Akibat penggunaan Narkoba, minuman keras.

Syarat penerima santunan yakni berdomisili dan memiliki KTP daerah Kabupaten Nias; belum wajib KTP dan tercantum dalam KK; surat keterangan kematian dari Kades, dari puskesmas atau rumah sakit dan memiliki salah satu kartu miskin antara lain : Kartu PKH, KIS, KIP, KKS dan kartu Jamkesmas/Jamkesda

Tata cara pengajuan santunan yaitu surat permohonan yang ditandatangani oleh ahli waris yang dibenarkan oleh kades setempat; surat keterangan kematian dari kepala desa/puskesmas/rumah sakit, foto copy KTP/KK ahli waris,foto almarhum surat pernyataan sebagai ahli waris, foto copy halaman depan buku rekening dari ahli waris yang dikeluarkan oleh Bank sumut/BRI

Berkas yang diajukan oleh ahli waris, wajib di Verifikasi dan validasi oleh organisasi perangkat daerah yang membidangi urusan sosial

Sokhiatulo juga memberitahu jika pemberian santunan kematian dibayarkan secara non tunai oleh badan pengelolaan keuangan, batas pengajuan permohonan santunan paling lama 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal kematian, apabila melebihi tanggal yang ditetapkan santunan kematian tidak dibayarkan

Permohonan santunan kematian yang disampaikan diatas tanggal 20 Desember tahun berkenan, diproses dan dibayarkan kepada ahli waris pada tahun anggaran berikutnya

Diberitahu Sokhiatulo, bahwa besaran santunan kematian tersebut yaitu Rp 2.500.000,-/jiwa

Hadir pada Temu pers tersebut Sekda Nias, Para Asisten, para kepala SKPD, Pers dari media cetak, media online, dan media elektronik serta undangan lainnya

( Trozid Harefa)

Tinggalkan Balasan

Top