169 Orang Dikabupaten Nias Terdapat Dugaan Kasus Tuberkulosis

Sebanyak 169 orang terdapat suspect (dugaan kasus TB) di Kabupaten Nias dan hasil pemeriksaan laboratorium terdapat 39 kasus BTA (Bakteri Tahan Asam) positif keadaan s/d bulan September 2017 dan sedang di obati, tingkat kesembuhan pasien yang diobati dalam 2 tahun terakhir adalah 100%.

Demikian disampaikan Wabup Nias Arosokhi Waruwu, SH, MH dalam kata arahannya pada pelantikan
Kader Tuberkulosis (TB) kabupaten Nias (Sumut) bertempat di Aula Kantor Camat Gido, Senin (16/10/2017)

Disampaikan Arosokhi, menyambut baik dan berterimakasih kepada MAP Internasional yang telah memfasilitasi dan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Nias dala upaya percepatan penanganan dan pemberantasan penyakit khususnya Tuberkulosis berbasis masyarakat di 4 wilayah kecamatan, wilayah dampingan menara agung pengharapan (MAP) yaitu kecamatan Gido, Kecamatan Idanogawo, Kecamatan Hiliduho dan Kecamatan Hiliserangka

Dijelaskan Dia, bahwa Penyakit Tuberkulosis merupakan penyebab kematian ke 3 terbanyak di Indonesia, diperkirakan setiap tahun ada 539.000 kasus baru, dan dari kasus tersebut 101.000 orang meninggal karena Tuberkulosis (TB).

Ia memberitahu, jika di Kabupaten Nias terdapat suspect (dugaan kasus TB) 169 orang, dan hasil pemeriksaan laboratorium terdapat 39 kasus BTA (Bakteri Tahan Asam) positif keadaan s/d bulan September 2017 dan sedang di obati, tingkat kesembuhan pasien yang diobati dalam 2 tahun terakhir adalah 100%. Ucapnya

Menurut Dia bahwa, penyakit Tuberkulosis (TB) dapat disembuhkan jika pasien menelan obat secarateratur sesuai dengan petunjuk, sedangkan pengobatan penyakit ini membutuhkan waktu yang lama, sehingga dimungkinkan pasien tidak patuh dalam menelan obat, disamping masih adanya stigma bahwa Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan karena diguna-gunai, penyakit keturunan dan lain-lain, serta terbatasnya informasi pelayanan dan pengobatan Tuberkulosis di masyarakat

Untuk menanggulangi masalah tersebut peran masyarakat/keluarga sebagai kader dan petugas di unit pelayanan kesehatan terdepan sangatlah penting, kader TB yang secara sukarela berperan aktif dalam penaggulangan TB sesuai dengan kemampuannya, diharapkan dapat membantu mengatasi masalah TB diwilayahnya dengan memberikan penyuluhan tentang TB dan penanggunglangannya di masyarakat

Ia berharap kepada MAP agar kegiatan ini dapat berkelanjutan di lokasi/kecamatan yang lain diwilayah Kabupaten Nias, dan diharapkan kepada Dinas kesehatan beserta seluruh jajarannya agar terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit diseluruh wilayah Kabupaten Nias

Juga kepada camat bersama Tim penggerak PKK dan seluruh kepala Desa agar memfasilitas dan memberdayakan kader TB yang telah dilantik dan kepada seluruh Kader TB agar melaksanakan tugas dengan tulus ikhlas dan penuh pengabdian dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang pencegahan TB dan memotivasi penderita untuk patuh terhadap proses pengobatan

Kepada Masyarakat dihimbau untuk peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga serta aktif dalam melakukan GERMAS (Gerakan Masyarakat UUntuk Hidup Sehat), melakukan aktifitas fisik atau olah raga secara teratur, pebanyak makan buah dan sayur serta memeriksa kesehatan secara berkala termasuk pemeriksaan TB bila mengalami gejala batuk-batuk lebih dari 3 (tiga) minggu apalagi bila disertai darah karena lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Pada acara pelantikan itu turut dihadiri Sekda Nias, Field program Manajer MAP Internasional kepulauan Nias, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Nias, Kepala perangkat daerah dan kepala bagian terkait. Camat, kepala UPT Puskesmas, kepala Desa dan kader TB serta undangan lainnya (Trh)
(BD040)

Tinggalkan Balasan

Top