Inilahh Perias Pengantin Ngunduh Mantu Bobby Kahiyang Di Acara Haroan Boru

Zonasumut.com, Medan – Penampilan Kahiyang Ayu selama acara Haroan Boru (menginjakkan kaki di rumah mertua) dan penabalan marga di Medan bikin pangling.

Putri Presiden RI, Joko Widodo ini makin Ayu dengan balutan gaun biru pada Minggu (19/11/2017) dan kebaya baby pink pada Selasa (21/11/2017) serasi dengan make-up yang sederhana.

Ya, make up sederhana. Inilah yang diminta istri Muhammad Bobby Afif Nasution kepada penata rias asli Medan, Nico Samosir (27).

“Mbak Kahiyang enggak mau tebal, enggak mau menor. Mbak Kahiyang ingin yang sederhana. Jadi saya menuruti permintaan beliau,” ujarnya, saat ditemui, Rabu (22/11/2017).

Pun diakui Nico, dengan konsep sangat sederhana, dia puas dengan hasil yang terpampang nyata di wajah Kahiyang.

“Apalagi, dia (Kahiyang) orangnya humble,  enggak cerewet, pendiam tapi asyik. Jadi selama make up kita enggak ada  kendala,” ungkap warga Jalan Abadi, Ringroad, Medan ini.

Nico menceritakan pengalamannya saat tanggal 19 November 2017 yang sempat kewalahan lantaran waktu make up yang sempit.Ini lantaran, jadwal tiba Bobby-Kahiyang ke Medan mengalami delay dari pukul 11.00 WIB menjadi 13.00 WIB. Selanjutnya, keduanya makan siang.

“Baru kemudian ke hotel dan saya hanya kebagian waktu 30 menit. Di situ kita make up dan hair do (menata rambut) buru-buru. Bersyukurnya hasilnya bagus,” lanjutnya.

Selanjutnya pada tangggal 21 November 2017, Nico mencurahkan semua keahliannya tanpa terburu-buru. “Saya minta ke keluarga waktu yang cukup. Jadi jam 05.30 WIB saya sudah berada di rumah Mas Bobby dan selama dua jam make up,” terangnya.Pada saat acara adat, Nico menonjolkan rias di mata dan alis, sesuai konsep adat yang butuh tajam di baian mata.

Telihat Make Up Kahiyang Ayu Sangat Sederhana Pria berambut panjang ini mengatakan rasa bangganya terpilih menata rias wajah putri orang nomor satu di Indonesia, meski hanya kebagian momen pada tanggal 19-21 November 2017 saja. Karena untuk 24-26 November akan ada make up artis (MUA) dari Jakarta yang disewa pihak keluarga.

“Saya bangga bisa ikut kontribusi di acara besar ini walau hanya dua hari,” ucap pria yang sudah sering mendapat job menata rias keluarga pejabat di Kota Medan ini.

Dia mengurai dipilih orang seseorang untuk menjadi penata rias Kahiyang via media medsos. “Ada seseorang yang lihat saya di Medsos dan hasil karya saya. Jadi dipilih berdasarkan itu,” ungkapnya dan enggan menyebutkan siapa orang yang memilihnya tersebut.

Pria ini mengaku bekerjasama dengan Focus Wedding Organizer (WO), yaitu WO yang menghandle acara Ngunduh Mantu di Medan sejak 2012. “Saya berharap acara berjalan lancar, dimudahkan, disukseskan dan semoga make up nya lebih bagus dan cetar lagi untuk tanggal 24 sampai 26 November nanti,” pungkasnya.

Kopi Mandailing dan Martabak Kota Barat Turut Tersaji Dalam Rangkaian Acara Ngunduh Mantu Bobby Kahiyang

zonasumut.com, Medan – Berbagai hidangan lezat bakal tersaji dalam rangkaian acara Ngunduh Mantu Muhammad Bobby Afif Nasution-Kahiyang Ayu di Medan.

Selain kaya dengan  masakan adat Tapanuli Selatan dan campuran nasional, ternyata ada dua menu permintaan dari keluarga Bobby dan Kahiyang.

Keluarga Bobby Nasution meminta harus ada Kopi Mandailing saat acara, sedangkan Abang Kahiyang, Gibran Rakabuming meminta harus ada Markobar atau Martabak Kota Barat.

Hal ini dijelaskan Dewi Nasution, Penanggung Jawab Katering pada acara Ngunduh Mantu ini. “Untuk resepsi tanggal 26 November, ada permintaan Mas Gibran yaitu Markobar dihidangkan dan dari Keluarga Mas Bobby yaitu Kopi Mandailing,” ujarnya Rabu (22/11/2017) petang di Media Center.

Secara keseluruhan, Dewi mengurai mulai mempersiapkan makanan mulai dari tanggal 21 November 2017 saat acara penabalan Boru Siregar untuk Kahiyang di Jalan STM, Suka Tangkas, Kecamatan Medan Johor di Rumah Tulang Bobby, Doli Sinomba Siregar.

Di sini, pihaknya menghidangkan menu khas Tapanuli Selatan seperti ikan sale balado bawang batak, sambal tuk tuk, ikan mas goreng garing dengan sambal asin, juga sup.

Sedangkan untuk menu utama ada mi rebus Medan, martabak dan sate padang.Hidangan ini akan disediakan juga pada acara adat tanggal 24-25 November 2017. “Menu khas Tapsel nya tidak jauh beda dengan acara saat pemberian marga. Namun, ada tambahan daging balado renyah. Sedangkan untuk pondoknya (makanan penutup/ringan) ada sate ayam lontong dengan roti jala ciri  khas Sumatera Utara, martabak dan kari kambing,” bebernya.

Acara penyajikan makanan akan dimulai dari pagi hingga acara Manortor selesai, Sabtu (25/11/2017).

Selanjutnya untuk resepsi, Minggu (26/11/2017) diakui Dewi lebih nasional, karena ada campuran hidangan khas Sumatera Utara dengan daerah lain.

“Kalau menu dari daerah lain ada ayam goreng tangkap, pindang daging sapi, ikan saos mangga, balado daging suir seperti abon tapi pakai cabai,” jelasnya.

Untuk makanan ringannya sama seperti acara perkawinan lain. “Ada dimsum, tomyam, steam, es krim, sate, mie ayam dan banyak lainnya. “Semua sama, tidak ada memu khusus. Kecuali permintaan Mas Gibran untuk Markobar dan dari Keluarga Mas Bobby dengan Kopi Mandailing,” bebernya

Pihaknya, lanjut Dewi sudah menyediakan makanan untuk 5000 orang, sesuai undangan yang disebar 2.500. Untuk menyiapkan segala hal saat acara, Dewi akan menugaskan 300 pramusaji selama acara berlangsung.

(M.Dik)

Tinggalkan Balasan

Top