Bupati Soekirman Hadiri Seminar Nasional Perhiptani Sumut Tahun 2017

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman menghadiri acara pembukaan Seminar Nasional Perhimpunan Penyuluh Pertanian Sumatera Utara (Perhiptani Sumut) yang bekerjasama dengan Pemprovsu bertempat di Asrama Haji Medan, Rabu (22/11) malam.
Kegiatan yang dibuka oleh Gubsu DR. H.T. Erry Nuradi, M.Si turut dihadiri Kepala BP2SPMP Kementrian Pertanian RI DR Ir Momon Rusmono, Staf Ahli Menteri Pertanian DR. Sam Herodian, Ketua DPP Perhiptani Pusat H. Isran Noor, Ketua KTNA Sumut, Ketua Komisi Penyuluh Pertanian Provsu, Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Provsu Azhar Harahap, Kepala OPD Provsu, Ketua DPW Perhiptani se-Indonesia dan peserta seminar yang berasal dari DPD Perhiptani kabupaten/kota se-Sumut, perguruan tinggi, peneliti dan para mahasiswa.
Bupati Sergai yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Perhiptani Sumut dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta yang hadir pada hari ini sebanyak 1.070 orang dari pengurus-pengurus Perhiptani kabupaten/kota se-Sumut pada seminar yang dilaksanakan mulai 22-23 November 2017.
Sedangkan tujuan kegiatan tersebut dijelaskan Bupati Soekirman untuk meningkatkan profesionalisme penyuluh dalam memberikan pelayanan yang berkelanjutan kepada pelaku utama dan pelaku usaha pertanian guna mendukung ketahanan dan kemandirian pangan. Selain itu untuk memberikan konsep dan pola pembangunan pertanian yang lebih baik, dapat memberikan manfaat dalam menggali potensi lokal bagi para peneliti, dosen dan mahasiswa, pelaku usaha pertanian, Pemerintah pusat dan daerah, badan perencana, BUMN maupun swasta.
Dikatakan Soekirman “Tema Seminar “Menuju Regenerasi, Revitalisasi dan Restorasi Pertanian serta Kelembagaan Penyuluh di Sumatera Utara” ini diambil karena untuk regenerasi memang disadari petani kita semakin tua sementara penggantinya untuk mendukung perkembangan ilmu pertanian belum banyak peminatnya.
Untuk itu Bupati Soekirman berharap agar hal ini menjadi perhatian dari pemerintah dan seminar ini akan menyatukan visi/misi penyuluh agar masa depan penyuluh dapat sejahtera dan diperhatikan harkat hidupnya.
“Mari berjuang dan bersatu serta mendukung program pemerintah khususnya Provsu dengan bekerja ikhlas, tulus dan profesional guna menjadikan undang-undang dan peraturan yang berlaku dapat diubah menjadi menguntungkan para penyuluh,” kata Soekirman.
Bupati Soekirman berpesan kepada Ketua DPP Perhiptani agar perjuangan hasil kongres Perhiptani di Banda Aceh kemarin dapat dengan konsisten dijalankan sebagai bentuk aspirasi dan perjuangan para penyuluh, tandasnya.
Sementara Gubsu DR. H.T. Erry Nuradi, M.Si dalam sambutannya saat membuka Seminar mengapresiasi dan mengatakan kegiatan ini akan menghasilkan poin-poin yang akan disampaikan kepada pemerintah terkait kehidupan dan kesejahteraan serta harapan penyuluh sebagai salah satu pahlawan tanpa tanda jasa. “Saya kagum dan berterima kasih kepada Bupati Sergai sebagai orang yang sangat konsen memperhatikan dan memperjuangkan nasib penyuluh terutama yang berhubungan dengan penerimaan PNS, yang terkendala oleh Undang-undang yang ada yaitu permasalahan batas usia.
Disampaikan Gubsu bahwa hasil pertanian Sumut berada peringkat 5 nasional, dan diharapkan dapat mengoptimalkan tanaman-tanaman pangan kita di Sumut sehingga target tahun depan di peringkat 3 nasional dapat tercapai.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para penyuluh, tahun ini akan diberikan 4000 ponsel android kepada seluruh penyuluh yang berguna untuk melaporkan kegiatan-kegiatannya sehingga masyarakat dan pemerintah dapat mendapatkan info secara up to date terkait permasalahan dan hasil pertanian.
Oleh karenanya Gubsu berharap produksi-produksi pertanian di Sumut dapat terus meningkat dan kami akan terus konsisten memberikan perhatian kepada penyuluh antara lain dalam bentuk reward kepada penyuluh yang berprestasi meningkatkan hasil pertanian di Sumut, pungkas Gubsu Erry Nuradi.
Sedangkan Kepala BP2SPMP Kementrian Pertanian RI DR Ir Momon Rusmono dalam sambutannya menyampaikan 4 aspek yang sesuai tema kegiatan yang pertama, kelembagaan penyuluhan bahwa kelembagaan penyuluhan terintegrasi pada dinas, namun untuk kecamatan, Kemendagri telah mengeluarkan surat edaran terkait penguatan balai penyuluhan. Intinya di kabupaten/kota dianjurkan dibangun UPTD Balai Penyuluhan dengan memberikan anggaran sebesar-besarnya bagi penyuluh.
Selanjutnya yang kedua adalah kelembagaan petani, kita harus menumbuhkembangkan kelembagaan petani melalui Posluhdes yang dikelola dan dimiliki oleh petani dan harus dibantu dengan penyuluh swadaya. Ketiga yaitu ketenagaan penyuluhan, terus tingkatkan kompetensi para penyuluh, THL Penyuluh jangan berkecil hati dengan keadaan yang dialami saat ini karena akan terus diperjuangkan kesejahteraan dan tuntutannya antara lain Bantuan Operasional Penyuluh dan gaji untuk 12 bulan kedepan serta dalam waktu dekat dapat dicairkan.Untuk penyuluh 35 tahun keatas akan terus di koordinasikan dengan Kementrian PAN RB agar diangkat menjadi ASN PPPK.
Sedangkan yang keempat, terkait masalah regenerasi petani, kekurangan petani kedepannya akan diatasi dengan modernisasi pertanian serta petani unggulan. Selain itu dukungan dan peningkatan kerjasama dengan perguruan tinggi yang membuka jurusan pertanian, paparnya.
Disela-sela acara diisi dengan Penandatanganan MoU antara Perhiptani Provsu dengan STTP Sumut dan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provsu terkait pengembangan pendidikan pertanian dan penyuluhan di Sumut guna bersinergi mengembangkan potensi dalam menjawab tantangan kedepan.
(BD04)

Tinggalkan Balasan

Top