Tidak ada satu anak di Indonesia mau di panggil bodoh, apalagi dikatakan sedang  mengalami kebodohan. Ya di Indonesia sedang dalam mengalami ambang kebodohan katanya. Tetapi saya percaya dan yakin anak Indonesia adalah anak-anak cerdas, penerus bangsa yang besar ini, ujar Alexander Chrisse Ginting Munthe, Mahasiswa Pasca Sarjana UNIMED program S2 Teknologi Pendidikan.

Alexander Gelar Buku Bacaan di Halaman Rumah dengan beralaskan terpal plastik

Alexander Chrisse Ginting Munthe kini terpanggil untuk menggalakan minat baca anak anak Indonesia dengan kerja keras Ia berhasil mendirikan rumah baca di kampung halamannya tepatnya di Desa Teluk Meku Dusun VII Paluh Sipat Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat. Rumah Baca ini di beri nama Rumah Inspirasi Sobat (Solidaritas Baca Anak Langkat).

Untuk menjawab ungkapan nya di atas Alexander menjelaskan, Sama halnya apa yang dikatakan dunia tentang minat baca anak Indonesia yang rendah, urutan kedua paling belakang setelah negara Thailand. Hal ini yang cukup membuat saya merasa ini tidak benar, bukan minat baca anak anak di Indonesia yang rendah, tetapi fasilitas yang kurang dan akses ketempat tempat membaca yang sangat jahu. Bisa kita bayangkan perpustakaan di sekolah hanya dapat mereka gunakan saat jam istirahat dan guru tidak masuk, ini hal yang jahu dari kata minat. Ke dua jika perpustakaan milik desa, terkadang sangat jahu dari dusun dusun lainnya dan buku buku belum banyak terkadang tutup.

Untuk menarik perhatian anak-anak, Alexander menggelar buku-buku bacaan di halaman rumah Kakeknya Alm Johanes Ginting Munthe. Alexander yang akrab di sapa Alex ini begitu semangat mendirikan rumah baca karena dorongan dan terinspirasi dari  sosok sang kakek yang sangat sangat menginpirasi dirinya.

“Saya berhasil mendirikan rumah baca tepat pada bulan juli 2017, dua minggu setelah kepergian kakek dan atas dukunga kedua orang tua serta keluarga berdirilah rumah baca inspirasi sobat ini, ujarnya saat bincang singkat bersama team zonasumut.com.

Alex menceritakan, dengan bermodalkan buku miliknya, kini alex berhasil mengumpulkan buku-buku dari kiriman teman-temannya yang ada di Jakarta, Papua meluli pengiriman buku secara gratis yang berkerjasama dengan Perpustakaan Bergerak Indonesia melalui PT. POS Indonesia.

“Bantuan dari teman-teman Jakarta dan Papua untuk Rumah Inspirasi Sobat ini sangat membantu saya,” ujarnya.

Alexander Chrisse terus menggalakan rumah baca dan berhasil melahirkan satu komunitas bernamana KOPI PANAS ( KOMUNITAS PEMUDA INDONESIA PEDULI ANAK NASIONAL ) dengan membuka lapak baca buku gratis di Taman Cadika Medan Johor Kota Medan.

Selaku pemuda dan mahasiswa Alex mengajak seluruh pemuda untuk sama sama peduli menggalakan minat baca pada anak-anak karena mereka cikal bakal penerus bangsa kedepan. “Bagi dermawan yang ingin menyumbangan koleksi buku kita tentu sangat bergembira dan ucapkan terimakasih, kedapan kita terus kembangkan rumah baca agar hadir di perdesaan di Sumut,” harapnya.

(Mil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here