Medan, Zonasumut.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut  Menggelar Debat Kandidat Pilgub Sumut 2018-2023 di Santika Premiere Dyandra Hotel Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Acara akan berlangsung pukul 19:00 WIB dengan tema yang diusung  yakni Tata Kelola Pemerintah Bersih, Bebas Korupsi Sabtu (5/5/2018).

Dalam debat kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahap pertama dengan tema ‘Tata Kelola Pemerintah Bersih, Bebas Korupsi’, masing-masing pasangan saling lempar pertanyaan.

Debat sempat memanas saat Cagubsu nomor urut dua, Djarot Syaiful Hidayat, memberikan pertanyaan kepada Cagubsu nomor urut satu, Edy Rahmayadi, terkait tata kelola anggaran tanpa korupsi.

“Saya sudah membaca visi dan misi Bapak Edy dan Bapak Musa mengenai penanganan kasus korupsi. Kasus ini, melibatkan eksekutif, legislatif dan pihak ketiga. Bagaimana pencegahan korupsi agar tidak terjadi lagi pada pelaksanaan APBD Sumut?,” tanya Djarot.

Dengan tegas Edy menjawab, untuk mencegah korupsi pada pelaksanaan APBD Sumut, dirinya akan melibatkan aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan secara keseluruhan terhadap pelaksanaan APBD Sumut.

“Terima kasih Pak Djarot, kita berbicara masalah APBD ini, sudah jelas untuk siapa, pastinya untuk rakyat. Sudah jelas, supremasi hukum. Karena saya suka bola, makanya saya menjemput bola. Yang efektif pelaksanaan APBD dilaksanakan secara profesional. Untuk mencegahnya ada polisi, kejaksaan, profesional untuk mengawasi kebocorannya APBD Sumut,” tegas mantan Pangkostrad tersebut.

Menanggapi jawaban Edy, Djarot kemudian memberi pertanyaan terkait kepemimpinan Gatot Pujo Nugroho di Sumut. Akibat sistem pemerintahan dilanggar, telah terjadi korupsi hingga mem

buat Gatot Pujo Nugroho ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).”Pembinaan Pak Gatot, pelanggaran hukum bisa terjadi. Ini bisa terjadi karena tidak adanya transparan tata kelola pemerintahan. Kelam masalah lalu tidak terjadi kembali. Karena sumber daya alam dan manusia di Sumut sangat ‎baik,” ucap Edy.

Kemudian Djarot bertanya ke Edy Rahmayadi terkait APBD yang sering defisit dan bagaimana cara mengatasinya.

Menanggapi pertanyaan itu, langsung dijawab oleh wakil Edy Rahmayadi, Musa Rajekshah (Ijeck). Dia menegaskan bahwa defisit tersebut bisa diatasi jika ada perencanaan sejak awal.

“Makanya dari awal harus kita rencanakan agar tidak defisit dan sesuai dengan rencana kita,” pungkas Ijeck.

(M.Diq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here