zonasumut.com

Minat membaca masih menjadi masalah pelik di tanah air. Catatan lembaga dunia UNESCO menunjukkan tingkat minat membaca masyarakat kita masih sangat rendah. Hanya satu orang dari seribu masyarakat yang memiliki hobi atau gemar membaca. Tak terkecuali dengan anak-anak kita. Terlebih dengan munculnya fenomena smartphone yang membuat anak-anak semakin banyak waktunya “hidup” di dunia maya.

Lihat saja bila kita berada di bandara, stasiun, dan tempat-tempat umum lainnya. Anak-anak kita lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget. Sedangkan anak-anak bangsa lain, seperti bangsa Amerika, Eropa, Jepang, dan beberapa Negara maju lainnya menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Akan tetapi banyak kalangan juga yang tidak setuju bila dibilang minat anak-anak Indonesia rendah dalam membaca. Coba berikan anak-anak kita buku bacaan yang menarik dan sesuai dengan usianya, pasti hanya dalam waktu beberapa menit dan jam saja akan “dilahapnya”. Kalangan ini menilai, bukan minat membaca anak-anak kita yang rendah, akan tetapi tidak tersedianya buku bacaan sesuai anak yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan anak. Memang ini masih menjadi masalah klasik di tanah air kita. Selain harga-harga buku yang mahal, di perpustakaan sekolah juga belum banyak yang memiliki perpustakaan yang memadai. Hampir di semua sekolah, lebih banyak buku-buku paketnya ketimbang buku-buku cerita yang dimintai oleh anak.

Oleh karena itu, Tengku Ryan Novandi seorang anak muda pelopor literasi menggagas sebuah gerakan yang diberi nama “Gerakan Sedekah Buku – GESABU”. Programnya sangat sederhana, dengan memberikan buku-buku kepada komunitas-komunitas peduli literasi yang aktif memberikan akses membaca secara gratis kepada masyarakat. Buku-buku yang diberikan secara gratis ini terkait dengan buku-buku pengetahuan, buku cerita, buku agama, dan buku-buku berupa panduan praktis profesi dan buku memasak.

Tengku Ryan atau populer dengan sebutan TREN akan mendatangi secara langsung komunitas literasi tersebut, dan memberikan buku-buku secara gratis kepada pengelola komunitas literasi. TREN berharap dengan program ini, paling tidak bisa membantu menyediakan bahan-bahan bacaan kepada para komunitas literasi, sehingga para pembaca lebih semangat dan termotivasi dengan buku bacaan yang lebih beragam. TREN juga berharap agar gerakan ini dapat berkontribusi dalam menumbuhkan semangat membaca masyarakat kita, dan utamanya kepada anak-anak kita di Sumut.

Gerakan ini dimulai TREN pertama kali di Binjai pada tanggal 19 Agustus 2018. Sedekah buku diberikan kepada Komunitas Binjai Kota cerdas (KBKC) yang setiap hari minggunya menggelar lapak baca di lapangan Merdeka Binjai. Tepat jam 09.00 TREN memberikan buku-buku pengetahuan dan bacaan kepada pengelola KBKC bu Asmawati dan pak Syamsul Agus dengan didampingi para relawan-relawan KBKC. Dalam sambutan pada saat penyerahan buku, TREN mengatakan “semoga buku-buku ini bermanfaat, dan dapat meningkatkan semangat membaca masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan pemuda”.

Ibu Asmawati sangat antusias dan gembira dalam menerima pemberian buku ini. “Saya sangat senang sekali bisa mendapatkan buku-buku ini, dan ini tentu akan menambah koleksi buku-buku bacaan di KBKC ini”. “Dan saya juga turut haru dan bangga dengan ananda TREN yang peduli dengan literasi ini”, lanjut Bu Asma.

Sedekah buku di Binjai ini merupakan langkah awal dari GESABU. Dalam waktu dekat ini kita juga akan melakukan program yang sama ke komunitas lain. ”Cita-cita saya, semoga saya bisa mendatangi semua kab/kota di Sumut untuk dapat memberikan buku-buku kepada komunitas literasi yang membutuhkan”, ujar TREN.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here