Medan, Zonasumut.com – Tim Scheneider USU (Universitas Sumatera Utara) yang mengutus dua anggotanya, Wahid Nurhayat (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam angkatan 2017) dan Winelda Mahfud Zaidan Haris (Fakultas Kedokteran Gigi angkatan 2015) berhasil menyabet 3 medali emas dalam ajang 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Tecnologies Archimedes yang digelar di Moscow, Rusia pada tanggal 26-29 Maret 2019. Mereka berhasil mengalahkan peserta lebih dari 50 negara berkat temuan mereka berupa kanvas rem berbahan kemiri.

Lalu apa itu Tim Scheneider USU? Tim Schneider USU adalah komunitas mahasiswa berprestasi dari beberapa fakultas di USU. Ada dari Fakutas Teknik, Perawatan, Kedokteran Gigi, Pertanian, dan Ekonomi. Tim dibentuk pada Februari 2016 lalu. Tujuan tim adalah mengembangkan penelitian skala nasional maupun internasional di Kampus USU. Prestasi yang mereka capai tidak hanya tingkat nasional, tetapi juga tingkat internasional.

Pencapaian mereka tidak lepas dari dukungan oleh pihak Universitas Sumatera Utara (USU) itu sendiri. Tim mengucapkan banyak terima kasih kepada Rektor USU, Prof Runtung Sitepu, dan jajarannya, Pemerintah Indonesia, dan Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Rusia, dan seluruh masyarakat Indonesia, yang mendukung mereka melakukan penelitian dan pengembangan.

Di mana selama tim mengikuti ajang kompetisi tingkat internasional, mulai tingkat di Asean, Asia, hingga Eropa, seluruh biaya ditanggung pihak kampus. Juga mendapat support dari Rektor USU dan Wakil Rektor USU. “Baik transportasi, akomodasi, dan uang saku, semua ditanggung USU,” ucap Wahid.

Sebagai ungkapan terimakasih, mereka tidak akan pernah menjual hak paten dari kanvas rem karya tersebut ke perusahaan lain. Tapi akan dikembangkan sendiri dengan memproduksi secara massal di USU.

“Kami memiliki juang tinggi untuk mengharumkan nama USU. Karena yang diberikan USU sangat banyak, maka pengembangan karya kami ini akan dilakukan di USU,” kata Wahid Nurhayat.

Mereka berencana mengembangkan kanvas rem untuk berbagai jenis roda dua yang digunakan di Indonesia ini. “Pasar tanah air saat ini sangat potensial, karena banyak warga yang mengendarai sepeda motor,” katanya.

Untuk tahap awal, rencananya akan diproduksi sebanyak 2.000 batang kanvas pada empat bulan pertama. Sumber dana adalah dari dana hibah oleh Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Kemenristek yang dimana Winelda Mahfud Zaidan Haris selaku Chief Executive Officer (CEO) dan juga Menteri PSDM Tim Schneider USU Berhasil Memperoleh “Juara 3 Presentasi Roadmap Individu Terbaik” Di Acara Pelatihan Bootcamp CPPBT 2019 yang diadakan Oleh Ristek Dikti di Hotel Mercure Jakarta Pada Tanggal 9 – 11 April 2019.

“Untuk rencana pemasaran, akan menargetkan dari bussines to bussines. Oleh karena itu kami berharap kerjasama dengan perusahan-perusahaan yang bergerak di bidang sparepart,” ungkapnya. Rencananya, kanvas ini akan dibandrol di pasar sebesar Rp35 ribu.

Mengenai bahan produksi, mereka tidak khawatir bakal kurang. Karena stok cangkang kemiri si Sumut banyak. Mereka telah melakukan pengecekan langsung ke 33 Kabupaten/Kota di Sumut. Hasilnya, ada 21 daerah yang memiliki perkebunan kemiri dan panen dilakukan secara bertahap. “Jadi, kanvas rem ini bisa diproduksi massal,” katanya.

 

(m.diq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here