Ulos 500 Meter Dibawa Karnaval Hari Ulos Nasional

Sejumlah pelajar membawa Ulos sepanjang 500 meter melintas di Jalan Kapten Maulana Lubis, depan Kantor Walikota dan DPRD Medan.
Sejumlah pelajar membawa Ulos sepanjang 500 meter melintas di Jalan Kapten Maulana Lubis, depan Kantor Walikota dan DPRD Medan.

ZONASUMUT~MEDAN~Masyarakat etnis Batak menggelar peringatan Hari Ulos Nasional di Medan, Sumatera Utara, KAMIS 17/10/2019). 16 jenis ulos yang merupakan warisan budaya tak benda yang menjadi bagian dalam kehidupan batak dikampanyekan kepada masyarakat Indonesia, hingga dunia internasional. Bahkan 500 meter kain ulos diarak dalam karnaval.

Karnaval kain ulos peringatan hari ulos nasional berangkat dari lapangan benteng medan di Jalan Pengadilan menelusuri sejumlah jalan protokol menuju lapangan Merdeka Medan, di Jalan Pulau Pinang. Di barisan depan, 16 jenis kain ulos yang hadir dalam kehidupan dan pesta adat masyarakat batak dipopulerkan.

Karnaval diramaikan puluhan pelajar yang membawa dan mengarak ulos sepanjang 500 meter. Selain membawa kain ulos mereka juga mengenakan pakaian bermotif ulos. Karnaval kain ulos ini menjadi perhatian warga dan pengendara yang sedang melintas.

Ketua Panitia Hari Ulos Nasional, Nelly Sihite, kain ulos ditetapkan pemerintah sebagai warisan tak benda oleh pemerintah 17 Oktober 2014. Setiap tanggal 17 oktober pun diperingati sebagai hari ulos nasional. Peringatan ini diharapkan jadi momentum untuk mempromosikan ulos yang dipakai sebagai kebanggan masyarakat batak dari lahir hingga meninggal dunia. Dalam kehidupan sehari hari hingga upacara adat.

“Ulos merupakan bagian kehidupan dari masyarakat Tapanuli suku Batak digabungkan warisan budaya tak benda tanggal 17 oktober 2014, merancang ke depan hari ulos internasional, oleh karena itu akan kita canangkan hari ulos internasional. Karena haru ulos merupan warisan untuk anak cucu yang akan lahir nantinya dan merekalah yang akan mempertahankan warisan leluhurnya,” jelas Nelly Sihite kepada wartawan di Pendopo Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (17/10/2019).

Di Batak, ulos merupakan simbol adat yang dinilai sakral dan tradisinya masih lestari. Ulos sangat penting digunakan oleh orang Batak untuk upacara adat, sebelum kelahiran, kelahiran, pernikahan hingga kematian.

Selain digunakan masyarakat Batak, ulos juga diberikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada warga dari luar suku batak. Sehingga ulos dapat menjadi media harmonisasi antar etnis dan budaya.

Selain nilai estetika, pada sehelai ulos juga sarat nilai seni, sejarah, religi, dan budaya. Tiap motif, pilihan warna, jenis, hingga cara pemakaian dan pemberian ulos, semua punya makna tersendiri.

Secara garis besar, ulos memiliki makna kehidupan dan representasi semesta alam. Ulos juga simbol restu, kasih sayang dan persatuan.

Peringatan hari ulos nasional mendapat sambutan baik dari pemerintah provinsi sumatera utara. Karena ulos dapat menjadi media promosi bagi Sumatera Utara hingga jadi sarana pemersatu masyarakat sumatera utara yang multi etnis.

“Harusnya ulos ini sudah terkenal kita sendiri yang tidak mengorbitkan. Tidak tahu pasti kapan ulos ini lahir, tapi ada orang mempelajari dan mendeteksi 4000 tahun yang lalu ulos sudah lahir. Sekarang PR kita harus besarkan ini jaga ini sehingga anak cucu kita tahu ulos ini warisan leluhur di sumut. Pastinya sebagai perekat rakyat Sumut yang berbagai etnis sehingga besarlah Sumatera Utara,” ujar Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi kepada wartawan di Pendopo Lapangan Merdeka Medan.

Namun penyelenggara hari ulos nasional menyatakan masih banyak kajian akademis yang harus dilakukan untuk meneliti ulos. Sehingga dimasa depan sejarah dan pelestarian ulos dapat terjamin.(AS)

!@#

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here