Menurut Adat Mandailing Potong Kerbau Menandakan horja pesta perkawinan adat Mandailing yang besar

1234

Zonasumut.com, Medan – Prosesi pernikahan adat Mandailing antara Muhammad Bobby Afif Nasution dengan Kahiyang Ayu akan berlangsung di Kompleks TASBI I BHR No. 123 Medan, pada hari Jumat-Sabtu, 24-25 November 2017 dan ditutup dengan resepsi di hari Minggu (26/11). Rangkaian acara adat pernikahan Mandailing sebenarnya telah diawali sejak Minggu (19/11) Haroan Boru yang merupakan kedatangan Kahiyang Ayu ke rumah orang tua Bobby Nasution.

Suku Mandailing menganut sistem kekerabatan patrilenal, sehingga perempuan akan mengikuti silsilah adat suaminya. Mengikuti aturan kalianda toru, yakni pengambilan marga dari pihak ibu sang suami, Kahiyang pun sudah dipastikan memperoleh marga Siregar dalam acara adat Mangalehan Marga. Marga ini diambil dari ibunda Bobby, Ade Hanifah Siregar. Setelah Kahiyang Ayu mendapatkan marga Siregar pada Selasa (21/11) akan dilanjutkan dengan upacara adat potong hewan.

Ritual akan berlanjut ke Manalpokkon Lahan ni Horja atau pemotongan hewan yang akan dilakukan pada hari Jumat (24/11) pagi di Bukit Hijau Regency, Medan. Menurut H. Pandapotan Nasution, selaku pemangku adat yang akan memimpin jalannya upacara adat ngunduh mantu Bobby-Kahiyang di Medan, hewan yang akan disembelih adalah kerbau.

“Ada tiga tingkatan kurban yang bisa disesuaikan dengan besar atau kecilnya pesta. Bisa ayam untuk pesta sederhana kambing untuk memenuhi syarat pesta kelas menengah, dan kerbau untuk pesta besar. Oleh karena acara adat pernikahan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu ini adalah acara adat dengan mengundang banyak marga maka lahan ni horja atau hewan yang disembelih untuk acara ini ialah kerbau,” papar Pandapotan, yang bergelar Patuan Kumala Pandapotan.

Sebelum acara adat dimulai, maka ada perencanaan kegiatan yang namanya horja (pekerjaan) yang berhubungan dengan hal urusan adat diperlukan suatu kata sepakat. Hasil kesepakatan/musyawarah adat tersebut namanya domu ni tahi.

Ada 3 (tiga) tingkatan horja yang juga menentukan yang harus hadir di paradatan tersebut,  yakni: – Horja dengan landasannya memotong ayam. Horja ini yang diundang hanya kaum kerabat terdekatnya dan undangannya  cukup dengan hanya pemberitahuan biasa saja.- Horja dengan landasannya memotong kambing.

Horja ini biasanya disebut dalam paradatan, yaitu: pangkupangi. Yang diundang selain dari dalihan na tolu, juga ikut serta namora natoras di huta tersebut Raja Pamusuk.- Horja dengan landasannya memotong kerbau. Horja ini akan mengundang semua unsur-unsur (lembaga-lembaga) adat, baik yang ada di huta tersebut maupun yang ada di luar huta, seperti Raja-Raja Torbing Balok, Raja-Raja dari desa na walu dan Raja Panusunan.

Makna dan filosofi Horja adalah menunjukkan rasa ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, melaksanakan, memelihara, mengembangkan dan melestarikan seluruh nilai-nilai leluhur yang sudah berumur ratusan tahun, rasa kebersamaan, rasa tolong-menolong, rasa kegotongroyongan, saling menghargai, saling menghormati dan juga memberi manfaat kepada masyarakat.

Untuk jumlahnya, syarat utama hanya seekor, tetapi jika mampu mengurbankan lebih pun tak jadi soal. Yang menarik dari Manalpokkon Lahan ni Horja adalah bahasa kiasan yang digunakan oleh yang empunya acara perkawinan. Apabila seseorang akan mengurbankan kerbau biasanya ia akan memberitahu peserta upacara adat bahwa ia akan mengurbankan “anak ayam.” Penggunaan bahasa kiasan ini dilakukan agar mereka yang berkurban tidak dianggap sombong dan takabur.

“Semua peserta adat sudah paham kalau istilah ‘anak ayam’ artinya yang dikurbankan adalah kerbau. Maka dari itu, diadakanlah pesta adat yang besar,” tambah Pandapotan. Menurut rencana, ada 10 kerbau yang akan dikurbankan untuk upacara adat Manalpokkon Lahan ni Horja pada Jumat, 24 November 2017.

Perkawinan Muhammad Bobby Afif Nasution dengan Kahiyang Ayu adalah perkawinan antar etnik. Kahiyang Ayu sebagai etnik Jawa merayakan perkawinannya di Solo dengan adat Jawa, demikian juga Bobby merayakan perkawinannya di Medan dengan adat Mandailing. Secara silsilah Mandailing, Bobby Nasution merupakan raja generasi ke-7 dari keturunan Raja Gunung Baringin Nasution Mandailing Natal Penyabungan Timur.

Gladi Resik Manopot Horja atau Perkawinan Adat Bobby – Kahiyang Persiapan agar horja pesta perkawinan adat Mandailing bisa terlaksana dengan lancar

Zonasumut.com, Medan  – Prosesi Manopot Horja atau perkawinan adat Mandailing antara Muhammad Bobby Afif Nasution dengan Kahiyang Ayu akan berlangsung di Kompleks TASBI I BHR No. 123 Medan, mulai 24-25 November 2017, dilanjutkan dengan resepsi pada Minggu, 26 November 2017. Sebelum acara tersebut berlangsung, panitia penyelenggara melakukan gladi resik agar acara Manopot Horja atau Ngunduh Mantu ini dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah disusun.

Ada 15 tahap yang akan mereka lewati, mulai dari Manyambut Bayo Pangoli Dohot Boru Nadioli, Haroan Boru, Mangalehen Marga To Boru Nadioli, dan Manalpokkon Lahanan (menyembelih kerbau). Kemudian, Manyantan Gordang Sambilan Dohot Gondang, Manortor, Mangalo-alo Mora, Manarimo Tumpak, Maralok-alok, Margalanggang, Mangulosi Bayopangoli Dohot Boru Nadioli, Tu Tapian Raya Bangunan Namartua, Mangupa Dohot Manabalkon Goar Matobang, Manortorkon Bayo Pangoli Dohot Boru Nadioli, dan terakhir Manyoda Gordang Dohot Gondang.

Dr. Darmin Nasution dengan didampingi Erwan Nasution selaku Suhut Kahanggi dan H. Pandapotan, S.H. selaku pemangku adat menjelaskan mengenai rangkaian acara Manopot Horja. Dalam kekerabatan di Mandailing, hubungan kekerabatan atau sistem sosialnya itu ada posisi setiap keluarga atau orang, tergantung acaranya siapa.

Pihak pertama namanya Suhut Kahanggi atau yang punya acara. Kalau di acara Mangalehen Marga merupakan acaranya marga keluarga Siregar atau mertuanya Bobby, sedang keluarga Nasution sebagai pihak yang mengambil gadis sehingga dinamai Anak Boru. Kemudian yang ketiga adalah Mora atau mertuanya marga Siregar. Sistem kekerabatan ini namanya Dalian Na Tolu.

“Acara Jumat (24/11) dan Sabtu (25/11) adalah acaranya marga Nasution. Artinya Suhut dan Kahanggi di acara besok adalah marga Nasution. Kamilah pelaksana acara itu, marga Siregar adalah Mora-nya kita, karena kita yang mengambil gadis dari sana (Kahiyang). Jadi mereka datang dengan posisi yang dihormati. Dalam keluarganya Bobby, AnakBorunya adalah marga Lubis,” papar Dr. Darmin Nasution, selaku Suhut Kahanggi atau pihak yang menyelenggarakan acara adat Mandailing, pada acara konferensi pers di Media Center, Kamis (23/11).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI yang bergelar adat Sutan Kumala Sakti tersebut menambahkan bahwa gladi resik prosesi Manopot Horja dengan melibatkan beberapa perwakilan dari keluarga Nasution dan Siregar pada hari Kamis (23/11).

Menurut tertib acara Horja Siriaon atau pesta adat Mandailing, prosesi adat yang digelar pertama adalah Manalpokkon lahanan/ pulungan ni horja. Acara ini merupakan pemotongan hewan kurban berupa kerbau. Acara adat pernikahan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu dikategorikan sebagai acara adat besar maka lahan ni horja atau hewan yang disembelih adalah kerbau.

“Ada tiga tingkatan kurban yang bisa disesuaikan dengan besar atau kecilnya pesta. Bisa ayam untuk pesta sederhana kambing untuk memenuhi syarat pesta kelas menengah, dan kerbau untuk pesta besar. Oleh karena acara adat pernikahan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu ini adalah acara adat dengan mengundang banyak marga maka lahan ni horja atau hewan yang disembelih adalah kerbau,” tutur H. Pandapotan Nasution, SH, yang bergelar Patuan Kumala Pandapotan.

Upacara Manalpokkon lahanan/ pulungan ni horja yang dihadiri oleh suhut, kahanggi, anakboru, namora narotas, dan harajaon ini disaksikan oleh pengetua-pengetua adat ini akan berlangsung pada Jumat (24/11) pagi di Bukit Hijau Residensi, Kompleks Taman Setiabudi Indah, Medan.

Manyantan gordang sambilan dohot Gondang menjadi prosesi adat berikutnya yang akan dilakukan di acara gladi resik. Acara ini pada intinya adalah membunyikan gondang atau gendang. Alat musik tradisional ini berikut seperangkat alat musik lainnya merupakan elemen penting penting dalam sebuah acara perkawinan adat Mandailing. Salah satu fungsi dari instrumen musik ini adalah untuk mengiringi ketika acara monortor atau menari tortor secara adat.

Begitu juga halnya dengan Gordang Sambilan yaitu sembilan gendang besar juga  berfungsi pada acara adat untuk memeriahkan acara dan pertanda horja besar. Gordang Sambilan merupakan alat musik khas Mandailing. Menurut literatur, Gordang Sambilan ini adalah alat perkusi yang diameternya terbesar kedua di dunia. Oleh karenanya, Gondang dan Gordang Sambilan merupakan bahagian dari ritual adat maka untuk menabuhnya pada sebuah acara harus melalui serangkaian acara adat juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Upacara Manyantan Gondang dan Gordang Sambilan ini berbarengan dengan mendirikan bendera-bendera adat sebagai pertanda horja besar (horja godang). Ada beberapa bendera yang didirikan, antara lain bendera kebangsaan merah putih, bendera raja-raja Desa Na Walu, bendera Harajaon, bendera Lipan-lipan, bendera Siararabe, dan bendera Alibutongan (Pelangi).  Prosesi berikutnya adalah membuka galanggang siriaon.

Acara ini merupakan prosesi untuk membuka gelanggang atau arena untuk panortoran yang dilaksanakan secara berurutan oleh Suhut (tuan rumah), pengetua adat bermarga Nasution, pengetua adat bermarga Lubis, pengetua adat marga lainnya dari Mandailing, pengetua adat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Inanta Soripada yaitu Ibunda Bobby beserta ibu-ibu lainnya, serta Raja Panusunan – seorang raja yang akan memimpin persidangan adat. Raja Panusunan pada acara perkawinan adat Bobby dan Kahiyang adalah H. Pandopotan Nasution, S.H. gelar Patuan Kumala Pandapotan.

Selepas acara membuka galanggang panortoran, acara gladi resik akan berlanjut dengan agenda berikutnya berupa Mangalo-alo Mora atau menyambut kedatangan Mora. Dalam budaya Mandailing, Mora merupakan  kelompok tempat pengambilan anak gadis dalam perkawinan, atau orang tua dan saudara-saudara dari pihak istri. Mora yang akan disambut adalah kakak dan adik laki-laki dari Ibunda Bobby Nasution, Ibu Ade Hanifah Siregar.

Akan ada rangkaian acara adat untuk menyambut kedatangan Mora ini. Mora sebagai kelompok yang sangat dihormati, apabila datang pada horja maka akan disambut dengan gembira. Dahulu mora tidak dibenarkan datang sebelum mebat. Sebagai perkembangan adat sekarang, berdasar kesepakatan ditempuh dengan Mora datang membawa indahan tompu robu.

Setelah diselingi dengan istirahat, prosesi adat pada hari Jumat (24/11) dilanjutkan dengan Manarimo Tumpak / Marlongit. Prosesi ini merupakan acara menerima kedatangan kahanggi (kerabat satu marga), anakboru, dan kelompok masyarakat etnik yang akan menghantarkan bantuan secara adat sebagai tanda ikut bergembira, sebagai perwujudan masyarakat yang berdasarkan kegotongroyongan.

“Sidang Adat Kerapatan Adat atau Maralok Alok, yang diawali dengan menyuguhkan sirih oleh yang empunya Horja (Suhut) kepada semua pengetua-pengetua adat yang hadir. Selanjutnya Suhut, diikuti Kahanggi, Anakboru, dan Namora Natoras menyampaikn maksud dan tujuan acara hari itu yakni memberitahu pada pengetua adat bahwa Bobby dan Kahiyang Ayu sudah menikah seraya mengharapkan agar acara pernikahan tersebut juga dibesarkan secara adat,” papar H. Pandapotan Nasution, SH, selaku pemangku adat Mandailing.

Acara adat pada Jumat (24/11) akan ditutup dengan Margalanggang atau Manortor Tahap Kedua. Pada acara ini diharapkan seluruh pengetua-pengetua adat dan juga barisan kaum Ibu akan ikut manortor serta remaja (naposa dan nauli bulung) sebagai pertanda bergembira akan kedatangan Kahiyang Ayu. Pada Sabtu (25/11) merupakan Mata Ni Horja atau Puncak Acara Adat. Prosesi yang akan dijalankan meliputi penyambutan keluarga besan, Bapak Joko Widodo, Ibu Iriana beserta keluarga.

Suhut dan anakborunya menyambut Bapak Jokowi dan Ibu Iriana di pintu gerbang sebagai tanda kebesaran hati dari suhut dan anakborunya. Dibunyikan gordang sambilan dan disambut prosesi adat dengan tortor mundur sampai gelanggang tempat acara.

Selesai acara penyambutan Bapak Jokowi dan Ibu Iriana, dilanjutkan dengan prosesi pengantin menuju Tapian Raya Na Martua. Ada upacara khusus “marpangir” untuk menghanyutkan masa remaja serta didoakan selamat menempuh hidup baru dan memperoleh keturunan anak laki-laki dan perempuan. Kedua pengantin diarak kembali dengan prosesi adat ke gelanggang tempat acara dan dilanjutkan dengan acara penabaian atau pemberian gelar adat kepada Bobby dan Kahiyang.

Setelahnya, akan ada upacara Mangupa (Memberi Upa-upa atau Restu), berupa upacara adat yang berwujud doa, pesan-pesan dan petunjuk kepada kedua pengantin, disampaikan dengan bahasa  adat yang berwujud sastra Mandailing, dan dibawakan oleh seorang yang disebut Datu Pangupa. Prosesi ini disusul dengan Ajar Poda atau nasihat kepada kedua pengantin sebagai bekal berumahtangga oleh orangtua dan raja adat.

Selesai Ajar Poda (nasihat) dilanjutkan dengan Tor-Tor Somba, dimana kedua pengantin manortor atau menari di hadapan orang tuanya, sebagai tanda terima kasih dan penghormatan kepada orangtua dan raja-raja adat.

“Acara Manopot Horja akan ditutup oleh dengan Manyoda Gondang seraya mengucapkan Horas sebanyak tiga kali,” tambah Pandapotan, yang bertindak sebagai Raja Pasununan.
Penggunaan adat Mandailing dalam pesta lanjutan Kahiyang dan Bobby berdasarkan usulan Joko Widodo saat acara lamaran ke keluarga Kahiyang di Solo pada April 2017.

Saat itu, Presiden Joko Widodo menyarankan agar acara adat Mandailing dipertahankan. Perkawinan Muhammad Bobby Afif Nasution dengan Kahiyang Ayu adalah perkawinan antar etnik.

Kahiyang Ayu sebagai etnik Jawa merayakan perkawinannya di Solo dengan adat Jawa pada 8 November 2017, demikian juga Bobby merayakan perkawinannya di Medan dengan adat Mandailing pada 26 November 2017. Secara silsilah Mandailing, Bobby Nasution merupakan raja generasi ke-7 dari keturunan Raja Gunung Baringin Nasution Mandailing Natal Penyabungan Timur.

______________________________________________

bobby kahiyang

Tentang Muhammad Bobby Afif Nasution
Muhammad Bobby Afif Nasution (Bobby) Bobby adalah pria keturunan Mandailing, Sumatera Utara, merupakan anak dari mantan Direktur Utama PTPN IV Alm. Erwin Nasution. Ia adalah putra ketiga dari tiga bersaudara ini lahir di Medan pada 5 Juli 1991. Bobby merampungkan pendidikan dasar di SD Muhammadiyah 2 Pontianak pada 2003 lau, sementara SMP dan SMA ia habiskan di Bandar Lampung.

Setelah lulus SMA, Bobby memutuskan hijrah ke Jawa, persisnya di Bogor untuk melanjutkan pendidikan di Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Ia masuk pada 2014 lalu. Di kampus inilah, Bobby menemukan pujaan hatinya, Kahiyang Ayu yang akan dinikahinya.

Tentang Kahiyang Ayu
Kahiyang Ayu (Ayang) lahir di Solo, 20 April 1991, merupakan anak kedua serta putri dari Joko Widodo dan Iriana. Ia merupakan adik dari Gibran Rakabuming Raka dan kakak dari Kaesang Pangarep. Sejak kecil nilai-nilai kesederhanaan, kemandirian, dan kejujuran telah ditanamkan kepada dirinya. Sedari kecil, ia menempuh pendidikan Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas di Solo.

Ayang kuliah di Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah dari 2009-2013 dan lulus dengan IPK 3, 12. Kemudian ia melanjutkan pendidikan Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor pada 2015. Lewat kampusnya ini pula, Ayang menemukan pujaan hatinya. Ayang bahkan sudah dilamar oleh Bobby Nasution pada Juni 2017 setelah menjalani masa pacaran kurang lebih setahun.