Warga Parapat unjukrasa tuntut Transparansi data dan pembagian yang merata BST/BLT serta Sembako dari Kabupaten Simalungun

453

simalungun. Zonasumut.com

Warga Girsangsipanganbolon melakukan aksi unjuk rasa menuntut pemerintah Kabupaten Simalungun, terkait transparansi  data dan pemerataan pembagian Sembako dan BST/BLT di Kec. Girsangsipanganbolon tepatnya di depan Kantor Camat Girsangsipanganbolon, Rabu (20/05/20) dimulai pukul 10.00 Wib.

Unjuk rasa ribuan warga Kec Girsangsipanganbolon terdampak Covid 19, datang dari berbagai Kelurahan dan Desa yang ada di Girsangsipanganbolon dengan komando unjuk rasa dan penyampai aspirasi adalah Rico Nainggolan dan Jerico Manurung

Massa yang bergerak dari ex gedung Bioskop Parapat Menuju Kantor Camat Girsangsipanganbolon di Pantai bebas Parapat yang didominasi oleh warga yang tidak mendapatkan bantuan Sembako dan BST/BLT Girsangsipanganbolon

Dalam Orasi yang di sampaikan oleh orator Nainggolan dan Manurung menuntut agar ada transparansi data dan pemerataan pembagian BST/BLT dan sembako bagi warga Kecamatan Girsangsipanganbolon.

Terlihat dalam aksi, orator yang sempat kesal karena lamanya Ibu Camat Girsangsipanganbolon muncul sehingga Narator Rico Nainggolan menaiki truk Kontainer yang sedang lewat untuk meneriakkan agar ibu Camat keluar beraudiens dengan warga, sehingga tak berselang lama, Ibu Camat langsung muncul dan menenangkan warga.

Dalam tuntutan yang di sampaikan warga meminta beberapa poin yaitu :
1. Mendesak Pemerintah Kabupaten Simalungun agar lebih tegas dalam penanganan dan pencegahan Covid 19 (mengikuti prosedur protokol kesehatan).
2. Segera bangun Posko penanganan Covid 19 di setiap kelurahan dan Desa.
3. Mempercepat dan mepermudah pendistribusian bantuan kepada warga
4. Stop penyebaran berita Hoax tentang Covid 19
5. Meminta Pihak Pemerintah agar melakukan transparansi birokarasi dan sistem dalam penyaluran bantuan terdampak Covid 19.

Selanjutnya warga meminta keterbukaan dan pertanggungjawaban pihak Kepling,Lurah dan Camat terhadap warga terdampak  Covid 19 yang tidak mendapatkan bantuan sama sekali.” Kami melihat ketidak seriusan Pemerintah (Pemkab Simalungun red) dalam berbagai masalah sehingga terjadi ketimpangan di masyarakat, tentang siapa yang harus menerima bantuan dan bagaimana transparansi data penerima bantuan sehingga membuat masyarakat Girsangsipanganbolon bingung,untuk itu kami datang mempertanyakan kepada pihak Pemimpin di Kecamatan saat ini” ungkap Rico Nainggolan saat orasi.

Unjuk rasa damai yang berlangsung selama 5 jam itu dan berakhir pukul 15.00 wib, sedikit mendapat titik terang dari arahan yang disampaikan Ibu Camat Girsangsipanganbolon Eva Suryati Ulyarta S kom Msi, bahwa semua warga Kecamatan Girsangsipanganbolon secara merata dapat bantuan pangan, “Kami menampung aspirasi setelah melakukan kordinasi kepada Bupati Simalungun, jadi seluruh warga Kec Girsangsipanganbolon yang belum mendapatkan bantuan Tunai atau sembako maka kami akan melakukan pendataan untuk disalurkan bantuan PANGAN secara merata terkecuali Pensiunan, TNI/Polri dan PNS,”ungkap Bu Camat Eva.

Di penghujung aksi yang dilakukan, petugas Kantor Camat langsung mengumpulkan KK warga yang ikut unjuk rasa untuk didata ulang sebagai penerima bantuan Pangan yang sudah dijanjikan.

Dalam kegiatan aksi, terlihat Forkopimcam Girsangsipanganbolon turut hadir Camat, Kapolsek, Danramil serta Lurah, Pangulu/Kepala Desa beserta pengamanan dari TNI/Polri dan Sat Pol PP. (Feri)